Saya lahir dalam keluarga keturunan Tionghoa yang masih memakai macam macam adat.
Terus terang walau orang tua saya beragama Konghucu saya tidak dididik secara total dalam agama tersebut.
Saya dididik dari TK di lingkungan sekolah Katholik, tapi saya bertobat kelas dua STM Negeri Pembangunan.
Tahun 1985 cici saya belajar Katholik dan bulan Juli 1986 Dia bilang sama saya, bahwa saya harus punya agama dalam hidup ini. Saya pikir kalau masuk Kristen benar nggak bebas.
Orang Kristen kan tiap minggu harus ke gereja , lha kalau mau naik gunung kan naik Sabtu malam pulang Minggu sore, berarti gak bisa ngejalanin hoby saya itu.
Akhirnya Tuhan sendiri yang bertindak bulan September seminggu sebelum cici saya dibaptis saya bermimpi melihat foto bunda Maria. Foto itu berkata kepada saya “bertobatlah kamu”.
Paginya saya bangun yah mungkin belum ada iman di dada akhirnya saya tantang Tuhan “ok Tuhan kalo saya masuk gereja, saya mau tanya cici saya. Kalo ada pelajaran agama di Kathedral saya ikut .
Siangnya saya tanya cici apakah ada pelajaran di gereja.
Saya cuma bisa bengong waktu dia bilang ada tuh minggu besok baru mulai yang ngajar pastur Indro SJ.
Tapi dasar belum ada iman pelajaran agama kandas dalam 3 bulan. selanjutnya saya balik ke hoby lama hiking, atau sekedar jalan2.
Awal perubahan saya dimulai pada saat ada diskusi dengan teman tentang Ke Tuhanan Yesus. Biar saya bukan Kristen saya tidak mau nama Yesus dijelek jelekin. Nah disana saya sadar Yesus adalah pilahan saya satu-satunya.
Akhirnya saya belajar agama dan dibaptis tahun 27 Oktober 1987.
Malam setelah saya dibaptis saya bermimpi berada di lapangan dan diselimuti asap putih.
Di depan saya ada podium setinggi dua meter dan Tuhan Yesus berdiri disana.
Saya teriak- teriak Tuhan tolong saya Tuhan tolong saya.
Akhirnya dia membungkuk dan mengangkat saya.
Tiga bulan setelah mimpi itu saya bermimpi lagi, saya berada dalam suatu ruangan yang hanya mempunyai satu meja agak panjang dan satu kursi.
Ruangan itu juga agak diselimuti asap.
Tiba-tiba pintu terbuka dan Tuhan Yesus masuk dengan membawa sebuah kardus berisi buku-buku.
Dia meletakkan kardus itu dan berkata “BACALAH DAN KHABARKANLAH”
Semenjak mimpi itu selalu ada kerinduan untuk memberitakan khabar keselamatan . dan saya mendapat dorongan dari injil untuk pekerjaan saya itu yaitu 2 TIMOTIUS 4 2:5
Saat ini anakku sedang jatuh sakit. Tanggal 5 Desember 2005 kemarin masuk rumah sakit ST Carolus karena radang paru.
tgl 5 malam kurang lebih jam 11.20 saya berdoa dan selesai jam 00.35.
pada saat selesai berdoa ada suara di hati saya “ANAKMU SELAMAT”
Puji Tuhan suara itu suara yang 18 tahun yang lalu pernah menyuruh aku untuk membaca Injil dan mengabarkannya.
Aku tidak salah Itu suara Tuhan Yesus yang 18 tahun yang lalu telah berkata lewat mimpiku.
Sekarang tanggal 8 Desember 2005 dan kondisi Christina Audy Nugroho anakku sudah jauh lebih baik.
Dari pengalaman ini aku bisa menarik suatu kesimpulan Tuhanku tak pernah meninggalkan aku .
Sahabatsorgawi.net

